Perusahaan Anda Diminta Mengikuti Penilaian EcoVadis? Berikut yang Perlu Dipersiapkan
Banyak perusahaan di Indonesia baru mengenal EcoVadis setelah menerima permintaan dari pelanggan internasional, perusahaan induk (holding company), atau mitra bisnis global. Dalam banyak kasus, permintaan tersebut muncul sebagai bagian dari proses supplier qualification, evaluasi vendor, atau persyaratan perpanjangan kontrak kerja sama.
Situasi ini sering kali menimbulkan berbagai pertanyaan: Apa itu EcoVadis? Mengapa perusahaan diminta mengikuti penilaian tersebut? Dokumen apa saja yang harus disiapkan? Dan bagaimana perusahaan dapat memperoleh hasil penilaian yang baik?
Pertanyaan-pertanyaan tersebut sangat wajar. Sebab, EcoVadis bukan sekadar kuesioner mengenai praktik keberlanjutan, melainkan penilaian menyeluruh terhadap bagaimana perusahaan mengelola aspek Environmental, Social, and Governance (ESG) serta mampu membuktikan implementasinya melalui kebijakan, prosedur, dan dokumentasi yang memadai.
Artikel ini membahas hal-hal yang perlu dipahami perusahaan ketika menerima permintaan mengikuti penilaian EcoVadis serta langkah-langkah yang dapat dilakukan untuk mempersiapkan diri secara lebih sistematis.
Apa Itu EcoVadis?
EcoVadis merupakan platform penilaian keberlanjutan (sustainability rating) yang digunakan oleh ribuan perusahaan di seluruh dunia untuk mengevaluasi kinerja ESG mitra bisnis dalam rantai pasok (supply chain).
Berbeda dengan laporan keberlanjutan atau sertifikasi yang berfokus pada pemenuhan standar tertentu, EcoVadis menilai tingkat kematangan praktik keberlanjutan perusahaan berdasarkan kebijakan, implementasi, pengukuran kinerja, serta bukti pendukung yang tersedia.
Hasil penilaian tersebut menjadi referensi bagi pelanggan, investor, dan mitra bisnis dalam menilai sejauh mana perusahaan menerapkan praktik bisnis yang bertanggung jawab.
Mengapa Perusahaan Indonesia Semakin Banyak Diminta Mengikuti EcoVadis?
Seiring meningkatnya perhatian terhadap keberlanjutan, perusahaan multinasional tidak lagi hanya mengevaluasi kualitas produk dan harga dari calon pemasok. Mereka juga ingin memastikan bahwa seluruh rantai pasok menerapkan praktik bisnis yang bertanggung jawab.
Karena itu, banyak perusahaan global menggunakan EcoVadis sebagai salah satu alat untuk menilai risiko ESG pada supplier mereka.
Bagi perusahaan Indonesia, permintaan mengikuti EcoVadis dapat muncul karena beberapa alasan, antara lain:
-
menjadi pemasok perusahaan multinasional;
-
mengikuti proses tender internasional;
-
memenuhi persyaratan pelanggan global;
-
memperpanjang kontrak kerja sama dengan pelanggan yang telah ada;
-
mendukung target keberlanjutan perusahaan induk atau grup usaha.
Dalam kondisi tersebut, penilaian EcoVadis bukan sekadar formalitas, tetapi menjadi bagian dari proses bisnis yang dapat memengaruhi peluang kerja sama di masa depan.
Apa Saja yang Dinilai dalam EcoVadis?
EcoVadis mengevaluasi perusahaan berdasarkan empat pilar utama ESG.
1. Environment
Meliputi pengelolaan energi, emisi gas rumah kaca, limbah, penggunaan air, perlindungan lingkungan, hingga kebijakan lingkungan yang diterapkan perusahaan.
2. Labor & Human Rights
Menilai aspek kesehatan dan keselamatan kerja, kesejahteraan karyawan, keberagaman, kesempatan yang setara, pengembangan kompetensi, serta penghormatan terhadap hak asasi manusia.
3. Ethics
Mencakup penerapan tata kelola yang baik, kebijakan anti-suap, anti-korupsi, perlindungan data, mekanisme whistleblowing, dan pengelolaan konflik kepentingan.
4. Sustainable Procurement
Menilai bagaimana perusahaan mengelola risiko ESG pada pemasoknya, termasuk proses seleksi, evaluasi, dan pengawasan terhadap rantai pasok.
Mengapa Banyak Perusahaan Mendapatkan Skor yang Belum Optimal?
Salah satu kesalahpahaman yang sering terjadi adalah menganggap skor EcoVadis hanya bergantung pada banyaknya program ESG yang dimiliki perusahaan.
Padahal, dalam praktiknya, banyak perusahaan telah menjalankan berbagai inisiatif keberlanjutan tetapi belum memperoleh hasil penilaian yang optimal karena tidak memiliki dokumentasi yang memadai.
Beberapa contoh yang sering ditemui antara lain:
-
program K3 telah berjalan tetapi belum memiliki bukti monitoring;
-
pelatihan karyawan telah dilakukan tanpa dokumentasi evaluasi;
-
kebijakan anti-korupsi tersedia tetapi belum disosialisasikan secara formal;
-
pengelolaan limbah dilakukan tanpa pencatatan yang konsisten;
-
indikator kinerja ESG belum ditetapkan maupun dipantau secara berkala.
Akibatnya, praktik yang sebenarnya sudah diterapkan tidak dapat memperoleh pengakuan maksimal dalam proses penilaian.
EcoVadis Bukan Sekadar Mengisi Kuesioner
Sebagian perusahaan menganggap proses EcoVadis hanya sebatas mengisi formulir secara daring. Kenyataannya, setiap jawaban idealnya didukung oleh bukti implementasi yang dapat diverifikasi.
Dokumen seperti kebijakan perusahaan, prosedur operasional, laporan pelaksanaan, data kinerja, sertifikat, maupun catatan monitoring memiliki peran penting dalam menunjukkan bahwa praktik ESG benar-benar dijalankan secara konsisten.
Oleh karena itu, perusahaan yang melakukan persiapan sebelum proses penilaian umumnya memiliki peluang lebih besar untuk memperoleh hasil yang lebih baik dibandingkan perusahaan yang langsung mengisi kuesioner tanpa evaluasi awal.
Bagaimana Perusahaan Dapat Mempersiapkan Diri?
Persiapan EcoVadis sebaiknya dimulai jauh sebelum proses penilaian dilakukan.
Langkah pertama yang umum dilakukan adalah EcoVadis Readiness Assessment atau gap assessment untuk mengidentifikasi kesenjangan antara kondisi perusahaan saat ini dengan ekspektasi penilaian EcoVadis.
Berdasarkan hasil tersebut, perusahaan dapat menyusun rencana perbaikan yang meliputi:
-
pengembangan kebijakan ESG;
-
penyempurnaan prosedur operasional;
-
penguatan sistem dokumentasi;
-
pengumpulan bukti implementasi;
-
penyusunan indikator kinerja;
-
simulasi sebelum pengajuan penilaian.
Pendekatan ini tidak hanya membantu meningkatkan kesiapan menghadapi EcoVadis, tetapi juga memperkuat tata kelola perusahaan secara berkelanjutan.
Bagaimana Konsultan Dapat Membantu?
Setiap perusahaan memiliki karakteristik bisnis, tingkat kematangan ESG, dan tantangan operasional yang berbeda. Oleh karena itu, proses persiapan EcoVadis memerlukan pendekatan yang disesuaikan dengan kondisi masing-masing perusahaan.
Melalui layanan EcoVadis Readiness Assessment, tim kami membantu perusahaan untuk:
-
mengevaluasi tingkat kesiapan terhadap persyaratan EcoVadis;
-
mengidentifikasi area yang masih memerlukan perbaikan;
-
menyusun kebijakan dan prosedur ESG yang relevan;
-
memperkuat dokumentasi dan supporting evidence;
-
memberikan pendampingan selama proses persiapan hingga penilaian.
Pendekatan tersebut membantu perusahaan mempersiapkan proses penilaian secara lebih sistematis, efisien, dan selaras dengan praktik bisnis yang telah berjalan.
Penutup
Bagi banyak perusahaan di Indonesia, permintaan mengikuti penilaian EcoVadis merupakan tanda bahwa pelanggan dan mitra bisnis semakin memperhatikan aspek keberlanjutan dalam rantai pasok mereka.
Dengan memahami proses penilaian sejak awal dan mempersiapkan dokumentasi serta implementasi ESG secara menyeluruh, perusahaan tidak hanya meningkatkan peluang memperoleh hasil penilaian yang lebih baik, tetapi juga memperkuat daya saing di pasar global.
Apabila perusahaan Anda baru menerima permintaan mengikuti EcoVadis atau ingin mengetahui tingkat kesiapan ESG saat ini, TGS AU Partners siap mendampingi melalui layanan EcoVadis Readiness Assessment, ESG Gap Assessment, pengembangan kebijakan dan prosedur ESG, penguatan dokumentasi, hingga pendampingan selama proses penilaian.
Persiapan yang tepat bukan hanya membantu menghadapi penilaian EcoVadis, tetapi juga menjadi fondasi bagi penerapan ESG yang lebih efektif dan berkelanjutan.
[ Jadwalkan Konsultasi dengan Tim Profesional Kami ]
Rekomendasi Artikel.





